Cabut Gigi Gratis, Nadiyah Sukarelawan Cabut Gigi Pada Dokter Gigi Muda FKG UNAIR Untuk Menempuh Masa Koas

Nadiyah Ainun Fitriyah mahasiswa UNESA sukarelawan cabut gigi sebelum melkaukan proses pencabutan gigi 

Batavia.News-Nadiyah Ainun Fitriyah atau yang sering disapa Nadiyah mahasiswa UNESA merupakan sukarelawan cabut gigi mahasiswa koas UNAIR. Proses pencabutan gigi dilakukan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga (RSGM UNAIR) Surabaya pada selasa 12 April 2022. 

Ia mendapat informasi dari akun twitter @elsyafirlana yakni seorang dokter muda FKG UNAIR yang membutuhkan sukarelawan untuk melakukan praktek pencabutan gigi demi menempuh masa koas nya. Sebelum mendapatkan informasi tersebut Nadiyah ingin mencabut gigi di spesialis dokter gigi, namun setelah mendapatkan informasi tersebut mahasiswa UNESA itu bersedia untuk menjadi sukarelawan cabut gigi. 

Sebelumnya ia sudah pernah mencabut gigi di bagian geraham bawah kanan tahun lalu namun sekarang ia melakukannya lagi di gigi geraham bagian bawah kiri. Namun kali ini yang dicabut hanya akarnya saja karena yang tersisa hanya akar gigi. 

Sehari sebelum melakukan cabut gigi ia diminta untuk datang dan memeriksa keadaan gigi terlebih dahulu di RSGM UNAIR untuk mengetahui apakah gigi sudah siap di cabut atau menunggu beberapa hari lagi hingga bisa dinyatakan untuk dicabut 

Keesokan harinya ia diminta untuk datang kembali karena dirasa giginya sudah siap untuk dicabut. Sebelum proses pencabutan gigi berlangsung ia diminta untuk melakukan persyaratan yang telah di tentukan pihak Rumah Sakit seperti mengecek tekanan darah, dianjurkan untuk makan dan minum, diminta untuk memakai APD dan melakukan SWAB hingga kemudian ia diperbolehkan untuk melakukan pencabutan gigi. 

Sebelum mencabut gigi ia merasa takut dan berkali-kali ia berkata "aku deg-deg an sekali," namun saat proses pencabutan gigi berlangsung ia merasa relax karena ditemani dua orang dokter gigi muda yang baik dan ramah. 

Setelah proses pencabutan gigi ia merasa lega dan berterimakasih pada ke dua dokter gigi muda yang sudah mau mencabut giginya tanpa biaya sepeserpun. Kemudian ia diberikan obat dan kapas serta arahan makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR=UNSUR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM BERDAKWAH

Tayangan “Bikin Laper” Trans TV Diakui Berhasil Membuat Mayarakat Desa Tanjungan, Gresik Merasa Lapar Saat Menontonnya