Tantangan Jadi Wartawan, Bayu Putra: WFH, Liputan Sambil Temani Calon Istri Cari Cincin Pernikahan
Pasalnya
ketika ia sedang mencari cincin pernikahan bersama istrinya, tiba-tiba muncul
kabar bahwa terjadi reshuffle kabinet di masa pandemi
Covid-19. Akhirnya ia memutuskan untuk liputan sambil menemani calon istri mencari cincin
pernikahan.
Hal ini merupakan momen yang sangat berarti bagi wartawan
Jawa Pos yang baru menggelar resepsi pernikahan. “Ini momen yang
sangat berarti bagi saya, karna sempat membuat saya kelabakan,” ungkapnya.
“Waktu itu saya sedang menemani
perempuan yang sekarang menjadi istri saya, cari cincin karena menjelang lamaran. Tiba-tiba sehari sebelumnya saya sudah curiga. Bahwa besok akan ada reshuffle
dan ternyata benar direshuffle. Pada saat itu saya sedang ada di luar, akhirnya istri yang cari-cari cincin sementara saya liputan sambil
menemani dia,” ucap Bayu Putra.
Tidak banyak orang tahu bahwa menjadi seorang wartawan
yang bertugas di Istana kenegaraan tidaklah mudah. Bagaimana tidak, wartawan
dituntut untuk selalu siap jika sewaktu-waktu ada acara di istana kenegaraan.
Mau tidak mau wartawan harus mengikuti agenda presiden yang mendadak.
Diketahui, Istana adalah muara dari semua isu, semua bidang yang diurusi oleh negara. Mulai dari olahraga, politik,
kesejahteraan rakyat, sosial dan ekonomi, Semuanya
dilaporkan ke presiden, dibahas dalam rapat-rapat kabinet.
Akhirnya para wartawan harus cepat faham tentang semua yang
menjadi urusan Negara.
Salah satu tantangan menjadi wartawan yang sering terjadi, beberapa wartawan tumbang karena kesehatan badan yang tidak fit
dan pola makan yang tidak teratur. Bayu
Putra menghimbau sebagai seorang wartawan harus menjaga kesehatan fisik, dengan
melakukan pola makan yang teratur.
Wartawan yang mengisi workshop jurnalistik program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu juga mengatakan, “Ada beberapa momen yang sangat krusial bagi saya. Misalnya waktu ikut pesawat kepresidenan hampir tertinggal. Sebagai wartawan kita harus siap menulis naskah dimanapun kita berada, even itu di dalam mobil yang sedang berjalan,”
Terkadang
tidak peduli dimanapun wartawan berada, jika sewaktu-waktu ada berita baru
mengenai isu yang beredar, seketika itu juga wartawan harus siap liputan, menyiapkan
naskah berita yang akan di pubish di media sosial dan berbagai media cetak
lainnya. (Noviyanti Wulan Sari)
Komentar
Posting Komentar