Dakwah Dalam Kajian Pola Komunikasi Lintas Budaya

 

Komunikasi yang efektif dapat ditandai dengan makna yang diterima oleh komunikan sama dengan makna pesan yang disampaikan oleh komunikator. Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.[1] Jadi yang dimaksud dengan komuniksi lintas budaya adalah suatu proses pengiriman atau penyampaian pesan yang dilakukan oleh anggota budaya tertentu kepada anggota lainnya yang dari budaya lain.[2]

Empat kategori pola komunikasi, yakni:

·        Pola Komunikasi Primer

Pola komunikasi primer yang merupan pokok dalam komunikasi yaitu menggunakan simbol verbal dan non-verbal dalam komunikasi dengan mitra komunikasi. Simbol verbal dan non-verbal ini digunakan agar memadukan antara mitra komunikasi, oleh karena itu komunikasi dengan pola komunikasi primer ini akan lebih efektif dalam prosesnya.

·        Pola Komunikasi Sekunder

Pola komunikasi sekunder yaitu prose komunikasi menggunakan alat bantu seperti teknologi komunikasi. Seseorang menggnkan pola komunikasi ini dikarenakan mitra komunikasinya berlokasi jauh atau berjumlah banyak, oleh karena itu dalam proses komunikasi secara sekunder ini lama-kelamaan akan semakin efektif dan efisien, karena didukung oleh teknologi komunikasi yang semakin berkembang dari waktu-ke waktu.

·        Pola Komunikasi Linear

Pola komunikasi linear yaitu proses komunikasi yang melalui perencanaan terlebih dahulu. Penyampaian pesan oleh mitra komunikasi adalah sebagai titik terminal. Jadi dalam prosesnya biasanya terjadi dalam komunikasi face to face (tatap muka), tetapi juga adakalanya menggunakan media. d. Pola Komunikasi Sirkular Pola komunikasi sirkular yaitu proses komunikasi yang berkelanjutan antara mitra komunikasi dimana keduanya saling memberikan dan menerima feedback, maka dalam pola ini proses terpenting adalah feedback atau respon hubungan timbal balik antara mitra komunikas[3]

        Prinsip komunikasi lintas budaya yakni :

·         Relativitas Bahasa

Menurut Benjamin Lee Whorf & Edward Sapir, bahasa mempengaruhi pemikiran dan perilaku, karakteristik bahasa mempengaruhi proses kognitif seseorang. Karena bahasa-bahasa di dunia sangat berbeda dalam hal karakterisik semantik dan strukturnya, maka orang yang menggunakan bahasa yang berbeda akan memandang dan berpikir tentang dunia dalam cara yang berbeda. Menurut Fishman, Hoijer, Miller, & McNeil, bahasa yang kita gunakan membantu menstrukturkan apa yang kita lihat dan bagaimana kita melihatnya. Akibatnya orang yang menggunakan bahasa yang berbeda akan melihat dunia secara berbeda pula.

·         Bahasa sebagai cerminan budaya

Makin besar perbedaan budaya, makin besar perbedaan komunikasi baik dalam bahasa (isyarat verbal) maupun isyarat-isyarat nonverbal. Artinya, semakin sulit komunikasi efektif dilakukan. Oleh karena itu, harus peka terhadap hambatan hambatan Komunikasi Antarbudaya

·         Mengurangi ketidakpastian hukum

Makin besar budaya makin besar ketidakpastian dan ambiguitas dalam komunikasi

·         Kesadaran diri dari perbedaan budaya

a.       Makin besar perbedaan budaya, makin besar kesadaran diri para partisipan komunikasi sehingga menimbulkan konsekuensi positif dan negatif

b.      Positif

Membuat waspada, mencegah mengatakan hal-hal yang tdak terasa patut

c.       Negatif

Jadi terlalu berhati-hati, tidak spontan, kurang percaya diri

·         Interaksi awal dan perbedaan antarbudaya

Interaksi awal yang tidak efektif dalam komunikasi dalam perbedaan budaya akan berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya keakraban. Untuk itu cobala hindari menilai orang lain secara tergesa-gesa dan permanen apalagi hanya didasarkan pada informasi yang terbatas

·         Memaksimalkan Hasil Interaksi

a.       Berusaha untuk memperoleh keuntungan Sebesar-besarnya dengan biaya minimum.

b.      Bila kita terus melibatkan hasil yang positif, kita akan terus melibatkan diri dan meningkatkan intensitas komunikasi kita.

c.       Orang akan berinteraksi dengan orang lain yang mereka perkirakan akan memberikan hasil positif.

d.      Kita membuat prediksi tentang mana perilaku kita yang akan memberikan hasil yang positif.

Politik identitas adalah bagaimana kita menjalani kehidupan, diwujudkan dari ide hingga tindakanJeffrey Week berkata, "... berkaitan dengan belonging tentang persamaan dengan sejumlah orang dan apa yang membedakan seseorang dengan yang lain."  Pendekatan pembentukan identitas, diantaranya :

·         Primordialisme, merupakan pendekatan pembentukan identitas yang diperoleh secara alamiah atau turun temurun. Primordialisme memegang teguh hal-hal yang sudah dibawa dari kecil, baik itu kepercayaan, bahasa, suku, ras, tradisi, adat istiadat, dan lain sebagainya. Dari hal-hal tersebut secara tidak langsung membentuk identitas seseorang, karena sudah dilakukan dan menjadi kebiasaannya sejak kecil. Contoh: Keyakinan yang dianut serta makanan yang dimakan, seperti umat Muslim tidak diperbolehkan makan babi.

·         Konstruktivisme, Merupakan pendekatan pembentukan identitas yang dibentuk dari hasil proses sosial yang kompleks. Identitas dapat dibentuk dari pengalaman-pengalaman yang dilakukan dengan orang atau lingkungan di sekitarnya. Atau juga bisa didapat melalui ikatan-ikatan kultural di masyarakat, marga dan keluarga. Contoh : Sering mengikuti kegiatan keagamaan, akan semakin membentuk identitas keagamaan yang dianut. Seperti pergi ke masjid untuk pengajian, dakwah, dan lain sebagainya.

·         Instrumentalisme, Identitas yang dikonstruksikan untuk kepentingan elit dan lebih menekankan pada aspek kekuasaan, Widayanti dalam Soenjoto

Adapun ciri khas politik identitas, yakni :

·         Memiliki kesamaan dan tujuan untuk membentuk kekuatan berdasarkan peta politiknya yaitu dengan meningkatkan kepercayaan terhadap kesukuan sehingga bisa mempermudah terjadinya kekuatan politik.

·         Adanya rasa ketidakpuasan dari sekelompok masyarakat yang merasa terpinggirkan (terdiskriminasi) sehingga dengan didasari latar belakang yang sama mampu menjadi pemicu munculnya pembentukan politik identitas.

·         Memberikan jalur politik sebagai alternatif untuk menyatukan kekuatan dalam rangkaian agenda demokrasinya.

Contoh politik identitas di Indonesia seperti pemilihan Ma’ruf Amin menjadi wakil presiden. Pada Pilpres 2019, dunia politik Indonesia kembali dihebohkan dengan adanya Ijtima’ Ulama. Mereka memiliki kesan memaksa masyarakat untuk mengikuti arahan ulama dan ustaz yang tergabung dalam Ijtima Ulama tersebut. Namun, Jokowi berhasil menang karena menjadikan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Nahdlatul Ulama (NU), Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden. Dampak dari politik identitas, yakni mudah menyebar dan menjadi isu nasional, perpecahan antar warga negara dan eksklusivisme agama.

Kemudian model komunikasi antarbudaya. Hambatan ketika berbicara dengan budaya yang berbeda, yakni seperti yang dikatakan oleh Budi guns, bahwa budaya adalah faktor dari kita berkomunikasi. Misalnya seperi orang jawa, orang jawa ketika berbicara menggunakan bahasa yang sopan sehingga ketika bebicara dengan orang jawa ngomongnya agak lama dan sulit mencapai tujuan pembicaraan. Akan tetapi ketika berbicara dengan orang  Flores langsung bisa mendapatkan inti atau tujuan dari pembicaraan. Cara mengatasi hal yang seperti ini, yakni dengan mengenal lebih dulu budaya masing-masing seperti apa? kemudian, bagaimana agar bisa menyesuaikan perbedaan yg kita dapat dan harus beradptasi dengan lingkungan.



[1] Ade Kusuma, Pengantar Komunikasi Antarudaya, “Komunikasi Antarbudaya”, Vol. 4 no. 2 2018, diakses pada tanggal 8 Mei 2021

[2] Ujang Mahadi, Komunikasi Islam dalam Lintas Budaya, “Komunikasi Penyiaran Islam IAIN KUDUS”, Vol. 6 no. 2 2019, diakses pada tanggal 8 Mei 2021

[3] Syaiful Bahri Djamarah, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 33-43

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR=UNSUR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM BERDAKWAH

Tayangan “Bikin Laper” Trans TV Diakui Berhasil Membuat Mayarakat Desa Tanjungan, Gresik Merasa Lapar Saat Menontonnya