FUNGSI SOSIAL KOMUNIKASI MASSA DAN DAMPAKNYA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Ujian Akhir Semester. Mata Kuliah Sosisologi
Oleh : Noviyanti Wulan Sari (B01219042)
Fakultas Dakwah dan Komunikasi  
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya 2020

ABSTRAK
Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Media massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi secara masal dan dapat diakses oleh masyarakat secara masal pula Dalam kehidupan sehari- hari, manusia tidak terlepas dari yang namanya komunikasi karna manusia saling membutuhkan baik dari segi persoalan sosial, agama, budaya, politik dan lain sebagainya. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat komunikasi seperti surat kabar, radio, televis dan internet. Perkembangan media komunikasi modern dewasa ini telah memungkinkan orang diseluruh dunia untuk dapat berkominikasi. Hal ini karena adanya berbagai media yang dapat digunakan sebagai sarana penyampai pesan. Terdapat beberapa fungsi dan dampak yang ditimbulkan oleh komunikasi massa. Fungsi komunikasi massa terbagi menjadi dua, yakni fungsi komunikasi massa bagi masyarakat dan individu. dampak komunikasi massa menurut effendy ada tiga, yakni efek kognitif, afektif dan behavioral.
Kata Kunci : Fungsi dan Dampak Komunikasi Massa.

PEMBAHASAN
Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa seperti surat kabar, majalah, buku, radio, televisi, ntuk menyampaikan informasi pada khalayak umum. Komunikasi massa berperan penting dalam fenomena popularitas individu, organisasi atau lembaga tertentu. Komunikasi massa dapat dijelaskan dari dua cara pandang, yakni bagaimana orang memproduksi pesan dan menyebarkannya melalui media di satu pihak, dan bagaimana orang-orang mencari serta menggunakan pesan-pesan tersebut di pihak lainnya. Secara sederhana, komunikasi massa dapat diartikan sebagai proses komunikasi melalui media massa. Secara umum, penggunaan komunikasi massa di samping untuk menjalankan fungsi utamanya seperti memberi informasi dan hiburan, juga dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan khusus, misalnya sebagai media dakwah.
Media massa memiliki keunggulan tersendiri dalam penggunaannya sebagai media dakwah. Metode dakwah melalui komunikasi publik (ceramah) secara langsung tidak mampu menjangkau khalayak (umat) secara lebih luas dan efektif. Dengan potensi yang dimilikinya, media massa dapat dimanfaatkan oleh para da’i (komunikator) untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah secara luas kepada umat (khalayak). Dewasa ini, penggunaan media massa sebagai sarana dakwah sangat bervariasi dari sisi format kemasan dan substansinya, serta menunjukkan perkembangan positif. Berbagai stasiun televisi menyediakan durasi tertentu untuk programprogram dakwah. Demikian pula penyiaran radio menggunakan jam siar untuk ceramah atau dialog keagamaan, halaman-halaman surat kabar dan majalah menyediakan rubrik khusus untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan. Kecenderungan yang sama juga pada media digital yang semakin banyak dimanfaatkan oleh kalangan tertentu, baik perorangan, maupun lembaga, sebagai media dakwah. Media massa merupakan sarana utama dalam sistem komunikasi massa. Menurut DeVito (1997), komunikasi massa dapat didefinisikan dengan memusatkan perhatian pada unsur-unsur yang terlibat dalam tindakan komunikasi dan mengaitkannya dengan operasional media massa. Unsur-unsur yang dimaksud adalah sumber, khalayak, pesan, proses, dan konteks. Untuk menyusun dan memproduksi pesan dalam komunikasi massa, membutuhkan biaya yang sangat besar karena bekerja dalam institusi yang besar dan rumit serta melibatkan banyak orang.
Dalam buku lain dikatakan bahwa, komunikasi massa adalah sebuah penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikannya melalui (menggunakan) sebuah media massa, baik menggunakan media cetak seperti surat kabar, dan majalah, ataupun menggunakan media elektronik seperti radio dan televisi, yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen. Adapun beberapa ciri-ciri komunikasi massa, yakni pesan bersifat umum,  komunikannya anonim dan heterogen, media massa menimbulkan keserempakan, mengutamakan isi daripada hubungan dan bersifat satu arah. Komunikasi massa memiliki tujuh komponen, yakni (1) Sumber, yaitu lembaga atau organisasi atau orang yang bekerja dengan fasilitas lembaga atau organisasi; (2) Pesan, yaitu materi yang disebarkan kepada khalayak melalui media massa; (3) Saluran atau media, yaitu sarana atau peralatan yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan komunikasi massa; (4) Khalayak, yaitu sasaran penyebaran pesan-pesan komunikasi massa; (5) Gatekeepers yang berfungsi menyaring pesan-pesan yang diproduksi media massa; (6) Komunikan, yakni penerima pesan; dan (7) Efek, yakni dampak atau hasil yang diperoleh dari mengkonsumsi media massa.
Para ahli komunikasi massa telah membuat pemetaan yang beragam mengenai fungsi penting komunikasi massa dalam masyarakat modern. McQuail (1987) membedakan fungsi komunikasi massa bagi masyarakat dan fungsi komunikasi massa untuk individu, yakni:
1.     Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat:
           a.     Informasi
·       Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan dunia.
·       Menunjukkan hubungan kekuasaan.
·       Memudahkan inovasi, adaptasi, dan kemajuan.
           b.     Korelasi   
·       Menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna peristiwa dan informasi.
·       Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan.
·       Melakukan sosialisasi.
·       Mengkoordinasi beberapa kegiatan.
·       Bentuk kesepakatan.
·       Menentukan urutan prioritas dan memberikan status relatif.
            c.     Kesinambungan
·  Mengekspresikan budaya dominan dan mengakui keberadaan kebudayaan khusus (subculture) serta perkembangan budaya baru.
·       Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai.
            d.     Hiburan
·       Menyediakan hiburan, pengalihan perhatian, dan sarana relaksasi.
·       Meredakan ketegangan sosial.   
          e.     Mobilisasi, mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan 
                ekonomi, pekerjaan, dan kadang juga dalam bidang agama.
2.     Fungsi komunikasi massa bagi individu
            a.     Informasi
·       Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.
·       Mencari bimbingan berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.
·       Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum.
·       Belajar, pendidikan diri sendiri.
·       Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan.
           b.     Identitas Pribadi
·       Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi.
·       Menemukan model perilaku.
·       Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (dalam media).
·       Tingkatkan pemahaman tentang diri-sendiri.
           c.     Integrasi dan Interaksi Sosial
·       Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain; empati sosial.
·       Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki.
·       Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial.
·       Memperoleh teman selain dari manusia.
·       Bantu menjalankan peran sosial.
·  Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungkan sanak keluarga, teman, dan masyarakat.
            d.     Hiburan
·       Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan.
·       Bersantai.
·       Peroleh kenikmatan jiwa dan estetis.
·       Mengisi waktu.
·       Penyaluran emosi.
·       Membangkitkan gairah seks.
Komunikasi massa memiliki beberapa dampak yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat menurut Steven H. Chaffee menyebut lima hal mengenai efek kehadiran media massa: 1) Efek ekonomis, 2) efek sosial, 3) efek pada penjadwalan kegiatan, 4) efek pada penyaluran atau penghilangan perasaan tertentu, dan 5) efek pada perasaan orang terhadap media. Selain Chafee, salah seorang tokoh bernama Effendi juga mengemukakan tentang efek komunikasi massa. Efek menurut Onong Uchyana Effendi (2006) adalah :
a.     Efek Kognitif
Efek kognitif adalah dampak yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif membahas tentang bagaimana komunikasi massa dapat membantu masyarakat dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitif.
b.     Efek Afektif
Efek afektif memiliki kadar yang lebih tinggi dari efek kognitif, karena tujuan komunikasi massa bukan hanya memberikan informasi saja melainkan masyarakat diharapkan dapat merasaknnya juga. Faktor yang dapat mempengaruhi efek afektif yaitu ;
·       Suasana emosional
·       Skema kognitif (Dapat menjelaskan apa yang ada dalam pikiran tentang alur peristiwa)
·       Situasi Terpaan : Dapat merasakan sesuatu dengan apa yang dilihatnya
c.     Efek Behavioral
Akibat yang timbul pada diri setiap individu masyarakat dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Seperti adegan kekerasan dalam film akan menyebabkan orang menjadi beringas atau menyeramkan. Program acara memasak, akan menyebabkan para ibu-ibu mengikuti resep-resep baru.

KESIMPULAN
Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak organisasi-organisasi media ini akan menyebar luaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Komunikasi massa merupakan kegiatan seseorang atau suatu organisasi yang memproduksi serangkain pesan dengan bantuan mesin untuk di sebarkan kepada khalayak banyak yang bersifat anonim, heterogen, dan tersebar. Komunikasi Massa banyak digunakan oleh khalayak untuk berkomunikasi. Fungsi sosial komunikasi massa dan dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat menjadi sorotan utama dalam komunikasi massa, dengan kita berkomunikasi secara baik maka fungsi serta dampaknya pun akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun sebaliknya, tergantung bagaimana kita mengaplikasikannya dalam kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA
Anugrah, Dadan. Komunikasi massa. Bandung : UIN Sunan Gunung Djati Press, 2014.
Ardianto, Elvinaro dkk. Komunikasi Massa. Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2009.
Basrowi. Pengantar Sosiologi. Bogor : Ghalia Indonesia, 2005.
Halik, Abdul. Komunikasi Massa. Bandung : Alauddin University Press, 2013.
Romli, Khomsahrial. Komunikasi Massa. Jakarta : Grasindo, 2016.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR=UNSUR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM BERDAKWAH

Tayangan “Bikin Laper” Trans TV Diakui Berhasil Membuat Mayarakat Desa Tanjungan, Gresik Merasa Lapar Saat Menontonnya