Shalat Sebagai Pengantar Kebahagiaan Dunia dan Akhirat




SHALAT SEBAGAI PENGANTAR KEBAHAGIAAN
 DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

Pada hari Sabtu, 23 November 2019 kami mahasiswa dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 1 mengikuti pelatihan Pendalaman Terapi Shalat bahagia (PTSB) yang diadakan di Kun Yaquta. yang mana dalam pelatihan tersebut kami mengikuti pengarahan dari trainer sekaligus Dosen kami yakni Ust. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag dan dengan menggunakan buku panduan yang kami peroleh dari beliau yang berjudul “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”. Berikut adalah biografi Ust. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag.
Ust. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag dilahirkan di Lamongan, 09 Juni 1957. Memiliki seorang istri dan dikaruniai 7 orang anak dan serta 3 cucu. alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik pada tahun 1975, Guru Besar atau Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004), Dosen Teladan Nasional (tahun 2004 dan 2007), Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (tahun 2000-2004), Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (pada tahun 1994), Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI tahun 2009-2013), Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur, Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (tahun 2011 sampai sekarang),  Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (tahub 2011 sampai sekarang), Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris, Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an, Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi,  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama, Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Khoziny Sidoarjo (tahun 1990-2009), Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya, Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (tahun 2002), Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim, Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh dan penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (pada tahun 2000 sampai sekarang), Malaysia (tahun 2004), Jepang (tahun 2006 dan 2013), Iran (tahun 2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (tahun 2000), Inggris (tahun 2005), Belanda (tahun 2007), Bangladesh (tahun 2013, 2014, 2015) dan Nepal (tahun 2015). Buku-buku yang ditulis, diantaranya: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010, 2014), Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al-Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (tahun 2010), Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (tahun 1995).

Buku Karya Ust. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag :
1.     Tehnik Kotbah Jum''at Komunikatif (Sunan Ampel Press)
2.     60 Menit Terapi Shalat Bahagia (Sunan Ampel Press)
3.     Hijrah Nabi (PT. Harakat Media)
4.     Ilmu Dakwah (PT. Kencana)
5.     Kepemimpinan Islam Di Indonesia (PT. Harakat Media)
6.     Mengenal Tuntas Al-Qur''''an (Imtiyaz)
7.     Solusi Ibadah di Hongkong (PT. Duta Aksara Mulia)
8.     Doa - doa Keluarga Bahagia (PT. Duta Aksara Mulia)

Menurut bahasa shalat artinya adalah berdoa, sedangkan menurut istilah shalat adalah suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratan yang ada. Dalam kesempatan lain beliau juga menjelaskan tentang apa itu shalat. Dalam kajian ini Ust. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag, mengatakan: “Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam, itu shalat mbak, adapun secara hakikinya ialah berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepadanya serta menumbuhkan didalam jiwanya rasa kebesaran, kesempurnaan dan kesuasaannya atau mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua-duanya”. Shalat bahagia adalah sebuah metode yang pertamakali di temukan oleh Ust. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag, Pada saat awal kemunculannya shalat bahagia sesuai yang dijelaskan oleh Ust. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag, dalam buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia beliau juga dijelaskan bahwasannya: Pada tahun 2000, sepulang dari Afrika, tiba-tiba suara saya hilang dan berlangsung selam enam bulan. Saya sedih, tidak bisa mengajar dan berceramah seperti sebelumnya. Tapi kemudian saya sadar bahwa cobaan Allah SWT itu diberikan agar saya istirahat, dan saya banyak berguru kepada para sufi melalui buku-buku tasawuf. Lalu beberapa tahun kemudian, cobaan kedua datang. Nyaris saya tidak bisa rukuk dan sujud dengan sempurna karena penyakit punggung dan lutut. Saya harus rukuk dengan perlahan menahan sakit dan lebih lama. Sejak saat itu saya “terpaksa” rukuk dan sujud lebih lama dan lebih tenang, tidak tergesa-gesa, dan berusaha memahami makna doa di dalamnya. Itulah hikmat yang terbesar di balik cobaan. Kemudian, saya mencari semua buku tentang shalat di banyak toko dan perpustakaan untuk lebih memahami rahasia shalat. Sekalipun terasa sakit, tapi dengan sikap pasrah kepada Allah, saya bisa “menikmati” penyakit dan merasakan bahagia. Andai tidak ada cobaan itu, tidak akan ada buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”. Hal itu menunjukan bahwasanya awal kemunculan shalat bahagia tersebut dimulai saat Muhammad Ali Aziz yang dulunya pernah menderita sakit dan dari sakitnya beliaulah shalat bahagia ini muncul. Pada saat sakit itulah beliau juga sadar bahwa kesembuhan dan kebahagiaan itu erat kaitannya, sekaligus bahwa rasa syukur atas segala nikmat yang Allah SWT itu juga tidak kalah penting untuk kita sebagai manusia ini, agar hidup kita lebih bahagia. Dalam shalat bahagia beliau juga menekankan bahwa shalat adalah salah satu cara dimana seseorang dapat mengingat segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita, begitu pula dalam shalat bahagia ini, yang mana dalam shalat yang paling utama adalah tidak mengesampingkan syarat-syarat sah, rukun-rukun shalat, sarat wajib shalat, sebab kualitas shalat juga sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Kemudian dalam shalat juga di utamkan seseorang yang menjalankannya harus dengan khusyuk sekaligus tumakninah. Shalat bahagia juga dapat diartikan sebagai usaha seorang hamba untuk mengingat Allah SWT.
60 Menit Terapi Sholat Bahagia adalah salah satu dari sekian banyaknya buku yang ditulis oleh  Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag yang berisi Kebahagiaan sederhana melalui sholat telah beredar dan sudah banyak dibaca oleh publik. Bukan hanya sekedar membaca bukunya saja, tetapi beliau juga mengadakan PTSB (Pendalaman Terapi Sholat Bahagia) untuk memahami dan menghayati secara maksimal dengan pencerahan dan bimbingan praktek dari beliau sendiri yang nantinya dijadikan pegangan. 
                 Tanggal 23 November 2019  kemarin kegiatan PTSB tersebut diikuti oleh  sebagian Mahasiswa/mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya diantaranya Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Ilmu Komunikasi, Manajemen Dakwah, Bimbingan Konseling Islam, Pengembangan Masyarakat Islam.  Sebelumnya peserta sudah harus membaca bukunya terlebih dahulu untuk bisa mengikuti PTSB tersebut. Kata beliau jika belum membaca buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia maka akan membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 hari. Orang umum 2 hari, kalau anak cerdas hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, tuturnya. Sebelum kegiatan PTSB kita juga sudah di intruksikan untuk menulis beberapa syarat mengikuti Pendalaman Terapi Sholat Bahagia, diantaranya ;
1.      Menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2.      Menulis 5 orang yang menjengkelkan/ menyakiti kita
3.      Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4.      Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5.      Menulis 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup kita ( ada yang bersifat rahasia dan ada yang tidak)
         Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuang Daftar masalah dan harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan penuh penghayatan. Untuk mengajukan permohonan judul skripsi kepada dosen saja kita menyiapkan kalimat yang sebaik mungkin. Mengapa untuk berdoa kepada Allah, kita tidak menulis doa dengan pilihan kata dan kalimat yang terbaik sebelum shalat?
Sholat adalah dzikir, dan dengan berdzikir kepada Allah SWT hati kita menjadi tenang. Shalat adalah interaksi seorang hamba dengan Rabb-nya. Seorang hambar berdiri dihadapan Rabb-nya dengan ketundukan, perendahan diri, bertasbih dengan memuji-Nya, membaca firman-Nya, mengangungkan Allah baik dengan perkataan dan perbuatan, memuji Allah SWT dengan pujian yang memang layak ditunjukkan untuk diri-Nya, kita meminta kepada Allah berupa kebutuhan dunia dan akhirat. Sholatadalah  cara khusus untuk mengatasi problem, selain menjadi kewajiban bagi umat islam yang harus dikerjakan setiap hari banyak sekali manfaat dari sholat, oleh karena itu semua bisa diatasi.

حي على الصلاة # حي على الفلاح
Artinya : “Mari tunaikan sholat… Mari bahagia..”
            Tidak ada agama yang menyuruh kita untuk The Best, kecuali Islam. Lafadz diatas sangat jelas bahwa jika ingin hidup bahagia maka tunaikanlah sholat. Allah menginginkan setiap hamba itu mudah dalam kehidupan nya dan tidak berkehendak setiap hamba mengalami kesulitan dalam kehidupan nya. Jika kita mengalami suatu kesulitan atau masalah yang tak pernah tuntas, yang salah bukan Allah, yang salah kita karena kita tidak pernah mau keluar dari kesulitan tersebut atau kita ingin keluar namun tidak sesuai dengan cara yang Allah berikan. Ketika seorang hamba merasa “aduuh saya punya masalah, saya sakit….” dan sebagainya. Ingatlah semua itu akan mudah dilalui jika kita telah mampu menunaikan apa yang Allah perintahkan. Jangan bermimpi hidup tanpa cobaan, sebab kita berada di dunia, bukan di surga. Cobaan itu banyak macam nya ada hal nya yang berbentuk psikis, seperti perasaan gelisah, takut, gundah atau lain nya. Ada juga yang berbentuk fisik, seperti sakit, kekurangan biaya hidup, dan lain lain.
            Lafadz diatas adalah potongan dari lafadz yang dilantunkan dalam adzan. Adzan itu sendiri suatu panggilan bagi umat Islam untuk melakukan salah satu perintah Allah yaitu sholat. Perintah sholat dapat dikatakan suatu perintah Allah yang sangat sakral, dimana pada umumnya semua perintah Allah penyampain nya melalui malaikat Jibril. Sedangkan perintah sholat  Allah memerintahkan langsung Nabi Muhammad untuk menjemput ke langit atau sidrotul muntaha. Sama halnya seperti ketika mengirimkan pesan melalui handphone, pesan akan terkirim ke handphone orang lain dengan alur keatas bukan kebawah. Dengan sholat umat islam pasti..pasti..dan pasti bahagia serta sholat dapat mengangkat derajat seseorang akan lebih tinggi disisi Nya, karena ketika mati bukan harta yang pertama kali dihisab melainkan sholat.
            Manusia pasti memiliki rencana tersendiri, namun sebagus-bagus nya kita merencanakan suatu hal masih lebih bagus rencana Allah. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek, banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu firman Allah yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216). Seperti halnya dengan seorang gadis yang ingin selamat dalam perjalanan nya, namun Allah menginginkan ia tidak selamat dalam artian ia mengalami kecelakaan. Akan tetapi dengan kecelakaan tersebut ia menerima suatu kenikmatan dari Allah yaitu bertemu dengan seorang pria yang menjadi jodohnya. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup, karena setiap masalah pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah salah satu contoh dari scenario Allah kepada hamba Nya.
            “Barang siapa yang tidak suka dengan kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan barang siapa yang mengeluh enak atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka janganlah memanggilku lagi”. Maksud dari kalimat tersebut ialah mengajarkan kita untuk menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami. Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin. Seorang guru favorit saya Prof. Ali Aziz memberi suatu prinsip Berani hidup berani menghadapi masalah. Tidak berani, mati ae, singkat, padat, dan jelas. Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan. Hanya saja Allah masih melihat proses mu, memilih waktu yang tepat, serta melihat kesiapan mu dalam menerima nya. Sama halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk membelikan motor besar. Namun, apa kata ayah ketika itu “yah…nanti kalau kamu sudah besar”.
            Masalah hidup itu realita nya berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa kita yakin bisa menyelesaikan nya dengan mudah insyaAllah masalah tersebut akan sangat mudah dilalui. Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset bahwa masalah ku sulit, maka masalah tersebut akan sulit ia lalui. Pemikiran manusia sama hal nya seperti perkataan yang tidak diucapkan dan perkataan itu sama halnya dengan do’a. Oleh karena itu ubahlah mindset mu yang dulunya negative menjadi positif.  
            Penjelasan diatas menerangkan, agar kita selalu mengingat Allah dimana dan kapanpun. Artinya dengan mengingat Allah kita akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangannya. Juga menerangkan bagaimana menghadapi suatu masalah yang benar. Hal ini dapat disimpulkan dalam gerakan sholat lima waktu. Sholat adalah salah satu cara yang ampuh dalam menghadapi hidup. Jika sholat kita sudah baik maka segala yang ada di diri kita akan baik pula. Maka dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan untuk lebih dekat dengan Allah dan mengingat Allah.   Gerakan dalam sholat memiliki arti dan fungsi tersendiri. Menurut ilmu kedokteran gerakan sholat sangat membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah satunya gerakan sujud melancarkan peredaran darah jantung. Sedangkan menurut ajaran agama Islam sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya, dengan melakukan sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
            Berdo’alah di dalam atau di luar sholat. Namun yang sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau melaksanakan sholat, seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan paling dekat nya hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya do’a, karena terkabulnya do’a ialah salah satu scenario Allah yang dirahasiakan pada umatnya.
            Gerakan PTSB ini dapat memberikan bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
1.  Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram menunjukan dari awal mula aktifitas kita diwaktu pagi hari.
2.  Rukuk yang memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan Menurut). Rukuk menunjukan agar kita selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta tawadhuk. Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka simpan  baik-baik sombong mu.
3.  I’tidal (berdiri setelah rukuk) yang memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
4. Sujud yang memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi langsung dengan Allah. Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Kita akan menyadari dengan sendirinya.
5. Tasyahud awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
6. Tasyahud akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita atas utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama ini. 
               Gerakan PTSB menyadarkan saya akan pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat saya lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain: saya belum bisa mengatur atau memenage waktu yang baik, saya masih ragu dengan apa yang saya lakukan dan sering merasa gundah seketika. Hari-hari saya sering dilewati dengan perasaan yang sangat membosankan. Namun setelah saya mengkuti gerakan PTSB semua berubah setelah saya menrapkan nya dalam sholat. Awalnya saya merasa belum terbiasa dengan renungan dalam sholat yang selalu merenungkan semua permasalahan hidup dan berdoa. Saya lebih merasa nyaman dengan hari-hari saya.
             Dapat disimpulkan jika ingin hidup bahagia jangan pernah menyepelekan waktu sholat. Jika telah mendengar panggilan adzan maka segeralah untuk bersiap dan melaksanakannya.  Semua tingkah laku atau prilaku kita, baik buruknya kita dapat dilihat dari sholat nya. Ketika kita ingin mengubah keburukan yang ada dalam diri maka yang terlebih dahulu yang diubah adalah sholat nya. Sholat merupakan kunci dari segala hal. Mulai dari kesuksesan kita di dunia hingga di akhirat nanti. Adapun kehkusyu’an kita dalam sholat dapat ditemui saat kita benar-benar faham dengan bacaan yang terkandung dalam sholat. Segala sesuatu itu ada ilmu nya, melakukan suatu hal tanpa didasari dengan ilmu akan menjadi sia-sia. Sama halnya dengan sholat jika kita melakukan nya tanpa mengetahui serta memahami nya maka akan sia-sia.
                                                                                                  

Komentar

  1. Memotivasi sekali, barakallah semoga bermanfaat bagi kita semua, terua berkarya dan semangat slalu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR=UNSUR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM BERDAKWAH

Tayangan “Bikin Laper” Trans TV Diakui Berhasil Membuat Mayarakat Desa Tanjungan, Gresik Merasa Lapar Saat Menontonnya