Mukjizat Al-Qur’an








Makalah Mata Kuliah Studi Al-Qur’an

Dosen Pengampu:
Prof.Dr.Moh.Ali Aziz,M.Ag
     Asisten Dosen:
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I

Disusun Oleh:
Noviyanti Wulan Sari

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
2019











\



Kata Pengantar


Alhamdullllahirabbil’alamin,     Puji      syukur kehadirat Allah SWT. Atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW.
Yang selalu kita nantikan syafa’atnya di akhirat nanti. Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dan mata kuliah Atudi Al-
Qur’an. 
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya . Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dan pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. 
Saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.ag selaku dosen mata kuliah Studi al-Qur’an, yang telah memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu selama proses pembuatan makalah ini.

Demikian, dan apabila  terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya .



Surabaya, 1 September 2019



                                                                                                                 Penyusun

















DAFTAR ISI
















                BAB I
          PENDAHULUAN

        A. Latar Belakang

 Al-Qur’an adalah kitab suci agama islam. Umat islam percaya bahwa Al-Qur’an  adalah pedoman hidup umat manusia terlebih umat islam diseluruh dunia. Dan Al-Qur’an pun merupakan salah satu kitab yang masih terjaga keasliannya sampai sekarang. AlQur’an bukan hanya sebagai bahan bacaan akan tetapi Al-Qur’an juga  merupakan kitab yang mutifungsi dan selalu cocok dengan fenomena dalam kehidupan ini. Hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki Al-Qur’an. Sebagai umat islam kita harus meyakini kebenaran yang terkandung dalam Al-Qur’an. Bukan hanya meyakini akan tetapi juga mengamalkan dan menjadikannya pedoman sebagai petunjuk ke jalan yang benar. 
Mukjizat adalah suatu peristiwa, urusan, perkara yang luar biasa yang dibarengi dengan tantangan dan tidak bisa dikalahkan. Sebagai wahyu pertama yang diterima Rsulullah saw. Sebagaimana yang tercantum dalam surah Al-Alaq 1-5  AlQur’an merupakan mukjizat yang terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Mukjizat ini diturunkan untuk menjadi  tuntunan sekaligus pedoman hidup dalam
menjalan kehidupan di dunia

      B. Rumusan Masalah 

1.     Apa yang dimaksud dengan mukjizat AlQur’an?
2.     Berapa besar ukuran kemukjizatan AlQur’an ?
3.     Apa keistimewaan Al-Qur’an, jika dibandingkan dengan mukjizat semua Nabi sebelum Nabi Muhammad saw?


   C. Tujuan

1.     Untuk mengetahui dan memahami tentang pengertian Al-Qur’an
2.     Untuk mengetahui ukuran kemukjizatan Al-Qur’a
3.     Untuk mengetahui keistimewaan     Al-
Qur’an, jika dibandingkan dengan mukjizat semua Nabi sebelum Nabi Muhammd saw.


















              BAB II
           PEMBAHASAN
           

       A. Pengertian Mukjizat

Kata mukjizat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai “kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia.”  Pengertian ini tidak sama dengan pengertian kata mukjizat dalam istilah agama islam. [1]
Kata mukjizat diambil dari kata bahasa Arab yakni A’jaza  yang berarti “melemahkan atau menjadikan tidak mampu.” Pelakunya (yang melemahkan) dinamakan
               Mu’jiz    dan    bila    kemampuannya     dalam
 
melemahkan pihak lain amat menonjol sehingga mampu membungkamkan lawan, maka ia dinamai Mu’jizat dengan tambahan ta’ marbutha’ diakhir kata itu mengandung makna mubalaghoh.(superlatif)
Adapun kata I’jaz adalah mashdar dari kata kerja A’jaza  yang berarti melemahkan. Kata A’jaza itu termasuk fi’il ruba’i mazid yang berasal dari fi’il tsudasi mujarrad ‘ajazza yang berarti lemah, lawan dari kata qadara, yang beararti kuat atau mampu. Kata I’jazul Qur’an yang terdiri dari dua kata yang dirangkaikan, yang memiliki arti melemahkannya Al-Qur’an kepada hujjah orang kuffar makkah. Sedangkan maf’ul bihnya obyek yang dilemahkan) tersimpan, yang apabila diperinci lagi yaitu yang menjadi objek atau yang dilemahkan oleh Al-Qur’an adalah mereka yang membuat kitab untuk menandingi Al’Qur’an. 
Karena itu kitab Al-Qur’an betulbetul I’jaz  atau benar-benar melemahkan menusia, tak ada seorangpun yang bisa menandinginya[2]
Mu’jizat diartikan oleh pakar agama islam ,  antara lain, sebagai “suatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang yang mengaku nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada yang ragu, untuk melakukan atau mendatangkan hal serupa namun, mereka tidak mampu melayani tantangan itu.”[3]
                                  Sementara itu, Muhammad ‘Ali al-
Shabuni menyatakan, bahwa maksud dari kemukjizatan itu sebenarnya bukan pada kelemahan bangsa Arab dalam menandingi Al-Qur’an, karena setiap orang yang berakal sehat pasti tahu, kalau mereka pasti tidak akan mampu. Maksud yang lebih penting ialah menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah benar, kerasulan Muhammad adalah benar,
 
demikian pula seluruh mukjizat para nabi terdahulu yang melemahkan kaumnya. Tujuan yang paling tinggi ialah bahwa para rasul adalah benar dan wahyu yang diturunkan juga adalah benarditurunkan oleh Dzat Yang Mahabijaksana dan Maha adil. Kerasulan mereka adalah benar dan mukjizat itu adalah argumen-argumen dari Allah SWT terhadap hamba-Nya. Sepertinya Allah SWT ingin menegaskan dengan mukjizat itu bahwa rasul-rasul-Ku adalah benar dan wahyu yang diturunkan kepada mereka juga adalah benar dari Aku, jadi, jelas Al-Qur’an itu bukan tandingan manusia sama sekali.4
Menurut M. Quraish Shihab ada beberapa unsur yang harus menyertai sesuatu sehingga dinamakan mukjizat, unsur tersebut adalah :
1. Hal atau peristiwa yang luar biasa yang dimaksud luar biasa adalah sesuatu yang berada diluar jangkauan sebab akibat
 
44 Muhammad ‘Ali al-Shabuni, Al Tibyan fi ‘Ulum Al-Qur’an
(Beirut: Azam al-Kutub, 1985), hlm. 98
yang diketahui secara umum hukumhukumnya
2.     Terjadi atau dipaparkan oleh seseorang yang mengaku Nabi
Apabila hal-hal yang luar biasa bukan terjadi pada seseorang yang mengaku Nabi, ia tidak dinamai mukjizat.
3.     Mengandung tantangan yang meragukan kenabian. Tantangan ini harus bebarengan dengan pengakuannya sebagai Nabi, bukan sebelumnya
4.     Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani. Bila yang ditantang melakukan hal yang serupa maka ini berarti bahwa pengakuan sang penentang tidak terbuktii 

Kata I’jaz dalam bahasa Arab berarti menganggap lemah   kepada orang    lain.
Sebagaimana firman Allah SWT :

فَبَعَثَ هاللَُّ غُرَاباً يَبْحَثُ فيِ الْْرَْضِ لِيرُِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أخَِيهِ ۚ قاَلَ ياَ وَيْلَتاَ أعََجَزْتُ أنَْ أكَُونَ مِثْلَ هََٰذَ ا
 الْغرَُابِ فأَوَُارِيَ سَوْءَةَ أخَِي ۖ فأَصَْبحََ مِنَ ال هنادِمِينَ “Kemudian Allah menyuruhmu burung gagak-gali di bumi untuk membantah (Qabil) bagaimana menguburkan mayat saudaranya.
Qabil berkata: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak bisa melakukan seperti burung gagak ini, lalu ku bisa menguburkan mayat saudaraku ini” (QS. al-Maidah (5):31) 
            Isi kandungan ayat diatas yakni setelah Qabil membunuh saudaranya ia belum tahu tindakan yang harus ia perbuat dengan jasadnya.           Kemudian         Allah    SWT.
Mengirimkan burung gagak yang menggaligali tanah untuk mengubur burung gagak yang telah mati untuk menunjukkan kepada Qabil cara menguburkan saudaranya. Lalu Qabil kaget dan berkata,"Apakah aku dapat melakukan seperti yang diperbuat oleh burung gagak itu, sehingga aku dapat menutup aurat saudaraku?” Kemudian dia pun mengubur saudaranya , lalu Allah SWT. Menghukumnya dengan penyesalan[4]
Maksud dari ayat diatas yakni, bahwasannya bukan hanya untuk menyadarkan manusia atas kelemahannya akan tetapi tujuan yang sebenarnya adalah untuk menjelaskan kebenaran Al-Qur’an dan Rasul. 
Mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada setiap manusia pilihan pengemban risalahnya tersebut bentuknya berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Karena setiap rasul diutus kepada kaum yang berbeda-beda mnurut fase perkembangan akal dan karakter kaum yang dihadapinya. Seperti mukjizat nabi Musa dengan tongkatnya yang bisa berubah menjadi seekor ular karena yang dihadapinya adalah kaum yang secara peradaban unggul dalam bidang ilmu sihir.
Mukjizat nabi Isa yang mampu menghidupkan
 
kembali orang yang sudah mati dengan izin Allah SWT karena umat yang dihadapi adalah mereka yang maju dalam bidang kedokteran. Kemudian nabi Muhammad Saw datang dengan membawa mukjizat yang terbesar, yaitu Al-Qur’an yang mempunyai keindahan dai sisi bahasa dan sastranya yang unggul dikarenakan bangsa Arab waktu itu adalah berbentuk suku-suku yang saling berlombalomba untuk saling mengunggulkan kesukuan mereka masung-masung dengan menggunakan sajak-sajak mereka. Masyarakat Arab ketika turunnya Al-Qur’an adalah mereka ysng unggul dalam gaya bicara dan gaya bahasa dan mereka sangat menyukai ilmu bayan badi’ (persajakan), dan suka mempelajari ilmu balaghah[5]
Adapun             pengertian         ‘mukjizat’ menurut Imam Jalaluddin As Suyuthi adalah sesuatu yang keluar dari kebiasaan, disertai
 
dengan ahaddi (menentang) dan tidak ada yang menandingi. 
Maka yang dimaksud mukjizat adalah peristiwa, peristiwa, urusan, perkara yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena mukjizat hanya dimiliki oleh para Rasul yang diberikan oleh Allah SWT.  Kepsda Rasul-Nya. Sedangkan kelebihan yang dimiliki oleh seseorang itu bukan merupakan mukjizat akan tetapi karomah.[6]
Qur’an al-Karim digunakan Nabi untuk menentang orang-orang Arab tetapi mereka tidak sanggup menghadapinya, padahal mereka sedemikian tinggi tingkat fasahah dan balaghah-nya. Hal ini tiada lain karena Al-Qur’an mukjizat. Rasulullah telah meminta orang Arab untuk menandingi AlQur’an dalam tiga tahapan :
1. Menantang mereka dengan seluruh Al-
Qur’an dalam uslub umum yang meliputi
 
orang Arab sendiri dan orang lain manusia dan jin, dengan tantangan yang mengalahkan kemampuan mereka secara padu melalui firman-Nya :
  قلُْ لَئنِِ اجْتمََعَتِ الِْْنْسُ وَالْجِنُّ عَلىََٰ أنَْ يأَتْوُا بِمِثْلِ
 هََٰذَا الْقرُْآنِ لََ يأَتْوُنَ بمِِثلِْهِ وَلَوْ كَانَ بعَْضُهُمْ لِبعَْضٍ ظَهِيرً ا

“Katakanlah “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang sesuai (dengan) Qur’an ini, mereka tidak akan dapat  membuat yang serupa denganny, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.” (al-
Isra’/17:88).
Sebenarnya tantangan ini hanya ditujukan kepada manusia, tidak meliputi jin. Karena jin bukanbangsa berbahasa Arab yang dalam gaya bahasa ini Qur’an diturunkan. Akan tetapi jin disini disebutsebut untuk menunjukkan betapa hebat kemukjizatan Qur’an itu. Sebab andaikata manusia dan jin berkumpul dan bekerja sama tidak mampu menandingi , maka jika hanya jin atau  manusia saja tentu akan lebih tidak mampu lagi.
2. Menantang mereka dengan sepuluh surah saja dari Qur’an, dengan firmanNya :  

فْترََاهُ ۖ قلُْ فأَتْوُا بعَِشْرِ سُوَرٍ مِثلِْهِ مُفْترََياَتٍ وَادْعُوا      مَنِ اسْتطََعْتمُْ مِنْ دُونِ هاللَِّ إنِْ كُنْتمُْ صَادِقِينَ
ا يَسْتجَِيبوُا لكَُمْ فاَعْلمَُوا أ هنَمَا أنُْزِلَ بعِِلْمِ هاللَِّ وَأنَْ لََ
 إلََِٰهَ إ هلَِ هُوَ ۖ فهََلْ أنَْتمُْ مُسْلِمُو نَ

“bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) ysang telah membuat-buat Qur’an itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian) datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Qur’an) yang dibuat-buat dan ajaklah siapa saja diantara kamu yang sanggup selain Allah SWT. Jika kamu orang-orang yang benar.” Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah) “Ketahuilah, bahwa (Qur’an)itu diturunkan    dengan ilmu      Allah.” (Hud/11:13-14)
3. Menantang mereka dengan satu surah saja dari Qur’an, dalam firman-Nya :

يقَوُلوُنَ افْترََاهُ ۖ قلُْ فأَتْوُا بِسُورَةٍ مِثلِْهِ وَادْعُوا مَنِ
 اسْتطََعْتمُْ مِنْ دُونِ هاللَِّ إنِْ كُنْتمُْ صَادِقِينَ

              Apakah             pantas mereka mengatakan dia (muhammad)    yang telah membuat-buatnya? Katakanlah,
“buatlah sebuah surah yag semisal dengan surah (Qur’an)...”
(Yunus/10:38).

              Kemukjizatan Qur’an bagi bangsa-bangsa lain masih tetap berlaku di sepanjang zaman dan akan selalu ada dalam posisi tantangan yang tegar. Misteri alam yang disingkap dengan ilmu pengetahuan modern hanyalah sebagian             dari      fenomena          hakikathakikat tinggi yang terkandung dalam misteri alam wujud yang merupakan bukti bagi penciptadan perencananya. Dan inilh apa yang dikemukakan secarra global atau diisyaratkan oleh Qur’an. Dengan demikian , Qur’an tetp merupakan mukjizat bagi selurruh umat manusia.  

       B. Ukuran Kemukjizatan Al-Qur’an 

1.   Golongan Mu’tazilah berpendapat bahwa kemukjizatan itu berkaitan dengan keseluruhan Qur’an, bukan dengan sebagiannya atau dengan surahnya secara lengkap. 
2.   Sebagian Ulama’ berpendapat, sebagian kecil atau sebagian besar dari Qur’an, tanpa harus satu surah penuh, juga merupakan mukjizat, berdasarkan firman Allah :





 توُا بِحَدِيثٍ مِثلِْهِ إنِْ كَانوُا صَادِقِينَ

“Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Qur’an)...” (atTur/52:34)
3.   Ulama’ yang lain berpendapat, kemukjizatan itu cukup dengan satu surah lengkap sekalipun pendek, atau dengfan ukuran satu surah, baik satu ayat atau beberapa ayat.
Memang, Qur’an telah mengajukan tantangan agar didatangkan sesuatu yang sama persis dengan Qur’an, dengan keseluruhannya (al-Isra’/17:88), dengan sepuluh surah (Hud/11:13), dengan satu surah (Yunus/10:38), dan dengan suatu pembicaraan seperti Qur’an (at-
Tur/52:34).
Namun demikian kita tidak berpendapat, kemukjizatan itu hanya terdapat pada kadar tertentu, sebab kita dapat menemukannya pula pada bunyi huruf-hurufnya dan alunan kata-katanya, sebagaimana kita mendapatkannya pada ayat-ayat dan surah-surahnya. Qur’an adalah Kalamullah. Ini saja sudah cukup.[7]
Adapun mengenai segi atau kadar manakah yang mukjizat itu, maka jika seorang penyelidik yang obyektif dan mencari kebenaran memperhatikan
Qur’an dari aspek manapun yang ia sukai, segi uslubnya, segi ilmu pengetahuannya, segi pengaruh yang ditimbulkannya didalam dunia dan wajah sejarah yang diubahnya, atau semua segi tersebut, tentu kemukjizatan itu ia dapatkan dengan jelas dan terang.[8]

 C. Keistimawaan Al-Qur’an  dibanding Semua Mukjizat Nabi Sebelum Nabi Muhammad SAW.


“Sesungguhnya Al-Qur’an yang mengantarkan aku keadalam suatu bahasan. Ketika aku tekuni bahasan itu, tak terasa aku telah menghabiskan waktu semalam suntuk, sementara aku belum juga menemui kepuasanku”.. Pernyataan ini dari Muhammad bin Ka’ab al-Qarzhi, seorang pakar tafsir pada akhir pemerintahan ‘Ali bin Abi Thalib, Ia keturunan Yahudi bani Quraizhah. Nabi SAW meramalkannya dalam sebuah hadits “akan lahir dari salah satu dua kabilah Yahudi (al-
kabinaini), seorang laki-laki yang mempelajari al-Qur’an dengan sungguhsungguh dan tidak ada lagi setelahnya orang segiat dia yang mempelajari Al-Qur’an” (Muhammad Wahyullah an-Nadawi, 2005:
108). Al’Qur’an adalah lautan ilmu yang luas dan dalam. Semakin diperdalam, semakin banyak rahasia kehidupan yang ditemukan. 
Dalam pengertian istilah, arti utama al-Qur’an adalah firman Allah SWT. Namun, arti ini perlu ditambah beberapa batasan yang terkait dengan al’Qur’an, yaitu:
1.   Memiliki kehebatan yang luar biasa hingga mampu melemahkan lawan yang hendak menandinginya.
2.   Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul yang paling akhir.
3.   Diterima Nabi SAW dari Allah SWT melalui perantara malaikat Jibril.
4.   Tertulis dalam lembaran-lembaran yang kemudian dibukukan. 
5.   Umat islam menerimanya dari Nabi SAW melalui banyak orang terpercaya secara terus-menerus antar generasi, sehingga tidak mungkin terjadi pemalsuan.
6.   Membacanya dengan lisan (tilawah) maupun (qiraah) bisa ditulis ibadah. 
7.   Menjadi pedoman hidup bagi umat manusia, sekaligus bukti atas kenabian Nabi Muhammad SAW.
8.   Menggunakan bahasa Arab atau bahasa lain yang diserap sebagai bahasa Arab[9]

Mukjizat terbagi menjadi dua: Mukjizat hissiyah (fisik) dan mukjizah
‘aqliyyah (aqal/ilmu),dan kebanyakan dari mukjizat bani israil itu hissiyyah (fisik),disebabkan kebodohan mereka dan minimnya kesadaran mereka. Kebanyakan mukjizat umat ini adalah ‘aqliyah, disebabkan kecerdasan mereka dan kesempurnaan kepahaman mereka, serta karena syariat ini (telah dikehendaki oleh Allah) menjadi syariat yang kekal sepanjang zamanhingga hari kiamat. Maka umat ini diberi keistimewaan dengan mukjizat aqliyyah (ilmiah) yang kekal, agar orang-orang yang berakal itu dapat melihatnya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.
Tidak ada seorang nabi pun dari para nabi kecuali diberi apa-apa yang ideal
 
yang menusia itu beriman kepadanya, dan sesungguhnya aku telah diberi wahyu yang telah diwahyukan oleh Allah kepadaku, maka aku berharap yang paling banyak pengikutnya diantara mereka.” (HR. Bukhari)  maksud dari hadits diatas adalah bahwa mukjizat para nabi itu telah hilang dengan hilangnya (habisnya masa mereka)sehingga tidak ada yang menyaksikannya, kecuali orang yang menghadirinya, sedangkat kemukjizat Al-
Qur’an itu terus menerus sampai hari kiamat.  Dikatakan pula bahwa mukjizat nabi-
nabi dahulu itu bersifat hissiyyah (fisik) yang dapat dilihat dengan mata kepala, seperti unta Nabi Shalih dan tongkat Nbi Musa as, sedangkan mukjizat Al-Qur’an itu dilihat dengan “bashirah”(mata hati) sehingga orang-orang yang mengkuti Al-Qur’an dengan mata hati itu lebih banyak, karena mukjizat yang dilihat dengan mata kepala itu akan sirna dengan sirnanya sesuatu yang dilihat, sedangkan mukjizat yang dilihat dengan mata hati atau akal itu tetap kekal, yang mana setiap orang yang datang setelah yang pertama itu tetap dapat melihatnya[10]




         BAB III 

         PENUTUP 

         


A. Kesimpulan

1.     Mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang yang mengaku Nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada yang ragu, untuk mendatangkan hal serupa namun, mereka tidak mampu melayani tantangan itu
2.     Ukuran kemukjizatan itu tidak hanya terdapat pada kadar tertentu, sebab kita dapat menemukannya pula pada bunyi huruf-hurufnya dan alunan kata-katanya, sebagaimana kita mendapatkannya pada ayat-ayat dan surah-surahnya. Qur’an adalah Kalamullah. Ini saja sudah cukup.
3.     Keistimewaan Al-Qur’an dibanding mukjizat semua Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.

















Daftar Pustaka

 
Al-Shabuni, Muhammad ‘Ali. Al-Tibyan fi ‘Ulum Al-
Qur’an, Beirut: Azam al-Kutub, 1985

Aziz, Moh.  Ali. Mengenal Tuntas Al-Qur’an. Surabaya:
Imtiyaz, 2018

Bin Fahd, Abdurrahman al-Rumi. Ulumul Qur’an: Studi Kompleksitas Al-Qur’an, terj. M. Halabi Hamdi,
Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1996

Ilyas, Yunanhar.  Kuliah ‘Ulumul Qur’an, Yogyakarta:
Itqan Publishing, 2013

Al-Mahalli As-Suyuthi,  Imam Jalaluddin. Terjemahan Tafsir Jalalain, Bandung: Sinar Baru
Algensindo, 2013

Al-Suyuthi, Imam Jalaluddin.  Studi al-Qur’an Komprehensif, Surakarta:: Indiva Media Kreatif, 2009
Masyhud, Muhammad. Studi Al-Qur’an, Surabaya: Dakwah Digital Press, 2009

Mudzakar, Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. Bogor: Litera
AntarNusa, 1973

Shihab, M. Quraish, dkk. Sejarah & Ulum Al-Qur’an,
Jakarta: Pustaka Firdaus, 2013

Shihab, M. Quraish, Mukjizat Al-Qur’an, Surbaya:
Digital Press, 1997

Shubhi, As-Shalih.  Membahas Ilmu-ilmu Al-Qur’an,
Jakarta: Pustaka Firdaus, 2018





[1] Yunahar Ilyas,  Kuliah ‘Ulumul Qur’an (Yogyakarta: Itqan Publishing, 2013), hlm. 239
[2] Masyhud, Studi Al-Qur’an (Surabaya: Dakwah Digital
Press, 2009), hlm. 37
[3] M. Quraish Shihab, Mukjizat Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1997), hal. 23
[4] Imam Jalaluddin Al Mahalli Imam Jalaluddin As Suyuthi,
Tafsir Jalalain, Terj. Bahrun Abu Bakar (Bandung: Sinar
Baru Algensindo, 2013), hlm. 463
[5] Fahd bin Abdurrahman al-Rumi, ‘Ulumul Qur’an: Studi
Kompleksitas Al-Qur’an, terj. M. Halabi Hamdi,
(Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1996), hlm. 29
[6] Imam Jalaluddin Al-Suyuthi,  Studi Al-Qur’an
Komprehensif (Surakarta: Indiva Media Kreasi, 2009), hlm.
663
[7] Shubhi As-Shalih,  Membahas Ilmu-ilmu Al-Qur’an
(Jakarta: Pustaka Firdaus, 2018), hlm. 98 
[8] Mudzakar. Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an  (Bogor: Litera
AntarNusa,1973), hlm. 379
[9] Moh. Ali Aziz. Mengenal Tuntas Al-Qur’an (Surabaya:
Imtiyaz, 2018), hlm. 43
[10] M. Quraish Shihab, Ahmad Sukardja, Badri Yatim, Dede Rosyada, Nasaruddin Umar, ‘Ulum Al-Qur’an (Jakarta:
Pustaka Firdaus, 2013)

Komentar

  1. Terima kasih karena sudah membagi ilmunya ... Postinganya Sangat bermanfaat .. semangat terus 😃

    BalasHapus
  2. heemm...bagus seh..t.ada yang kurang..jadi tonggone Dewi....

    BalasHapus
  3. semoga bisa bermanfaat dan bisa dibaca oleh adik adik kelas...aminnn

    BalasHapus
  4. Joshh,, sangat membantu wawasan.. 😄😄😄😄

    BalasHapus
  5. Ayo kak semangat terusss dan jangan mudah menyerah untuk berkarya

    BalasHapus
  6. Masya alloh bermanfaat sekali ukhti...

    BalasHapus
  7. Mb wulan, ini sungguh pelajaran yang sangat baik untk kita semua. Semangat berjuang mb wulan

    BalasHapus
  8. Masya allah sangat membantu sekali materinya,semoga bermanfaat dan lebih baik kedepannya😊

    BalasHapus
  9. Baguss wul, semangat yaaa hehe

    BalasHapus
  10. Cerminan santri yang pernah dipandang sebelah mata, terbukti bisa berguna untuk semua👏

    BalasHapus
  11. Baguss wul, semangat yaaa hehe

    BalasHapus
  12. Subhanallah..membantu sekalii

    BalasHapus
  13. Allah Allah... Lanjutkan berkaryanya...

    BalasHapus
  14. Mau tanya kak.. Apakah mukjizat hanya di peroleh nabi

    Trimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  15. Semangatt kakak, ditunggu karya lain nya yah. Harapan nya setiap bulan up kak

    BalasHapus
  16. Masyaallah, Menambah ilmu Pengetahuan. Semoga bermanfaat dan barakah untuk kita semua. Aamiin Allahhumma Aamiin. Dan selalu semangat

    BalasHapus
  17. Masyaallah, Menambah ilmu Pengetahuan. Semoga bermanfaat dan barakah untuk kita semua. Aamiin Allahhumma Aamiin. Dan selalu semangat

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah dapat menambah ilmu pengetahuan

    BalasHapus
  19. Semangaat berkaryaa maak
    Semoga semakin bermanfaat bagi semua orang lainnnnnn :)

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah wawasan pun bertambah dri membaca makalah ini, pmbhasanny pun sngat menarik utk dijadikan refrensi tugas2,,,, semangat truuss, ok.

    BalasHapus
  21. masyaallah sangat bermanfaat.
    smangat terusss jan patah menyerahh(:

    BalasHapus
  22. Materinya bagus, menambah wawasan tentang mukjizat al Qur'an. Semngat terus yaa:)

    BalasHapus
  23. Subhanallah ,lanjutkan karyamu wul.

    BalasHapus
  24. alhamdulillah sangat bermanfaatterimakasih sudah membagi ilmunya

    BalasHapus
  25. alhamdulillah sangat bermanfaatterimakasih sudah membagi ilmunya

    BalasHapus
  26. Bagus kak makalahnya, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi kedepannya

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah ukhti, semoga barokah dan bermanfaat. Terimakasih sudah berbagi pengetahuan

    BalasHapus
  28. Alhamdulillahh bisa baca tulisan nya mbak novianti wulan. Semoga bisa berguna buat sayaa

    BalasHapus
  29. Semoga bisa bermanfaat , aminn

    BalasHapus
  30. Terimakasih kak sudah membantu 💜

    BalasHapus
  31. Alhamdulillah ughtea, sangat membantu syekalii

    BalasHapus
  32. Masyaallah.. Syukron, Jazakillah Khair ilmunya ukh. Semoga ilmu yang dituliskan menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak. Aamiin Allahumma Aamiin..

    BalasHapus
  33. Sangat membantu. Semoga bermanfaat bagi pribadi dan pembaca. Lanjutkan dan tetap semangat dalam berkarya

    BalasHapus
  34. Subhanallah,,terimakasih sudah mau berbagi ilmu,,semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi kita semua,,semangatt

    BalasHapus
  35. Sangat membantu kak makasih ya...
    Keep fight, never give up

    BalasHapus
  36. Mungkin dari segi isi sudah bagus, penataan letak dan kerapiannya mohon dipelajari lagi mbak ya..

    BalasHapus
  37. Terimakasih Dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita telah ambil ilmu dari blog ini. Semoga Ini menjadi perubahan menuju pendidikan yang lebih baik..

    BalasHapus
  38. Alhamdulillah sangat bermanfaat, terima kasih

    BalasHapus
  39. Subhanallah afwan ukhtea 😂 ..sangat2 membantu dalam mengerjakan kuliah studi alquran. 😘

    BalasHapus
  40. Karyanya sangatt baguss.. Semangat terus bebb semoga bermanfaat bagi pembaca dan buat selanjutnya moga makin bagus lagii yaa beb.. Semangatt bebb sukses selalu..🤗😂

    BalasHapus
  41. Semakin cinta al-quran, terimkasih ilmunya bermanfaat sekali

    BalasHapus
  42. Sering2 nulis kayak gini kak. Bisa buat bahan bacaan dan pengetahuan baru

    BalasHapus
  43. Ma syaa Allah sangat bermanfaat sekali, tetap semangat ya💪, Barakallah ya ☺☺

    BalasHapus
  44. Kajiannya Bagus... Hanya saja, mungkin bisa dikoreksi kembali terkait pengetikan yang masih agak banyak typo nya 🙏😁 semangat mbak Wulan... 💪💪

    BalasHapus
  45. Barakallah semoga bermanfaat ya kak

    BalasHapus
  46. Subhanallah sangat membantu sekali,semoga bermanfaat semangat terus kakak;)

    BalasHapus
  47. terima kasih semoga kedepannya dapat berkembang lebih baik lagi

    BalasHapus
  48. Isinya sangat baik dan bermanfaat, tapi perlu adanya sedikit koreksi pada tanda baca, typo pengetikan dan kesesuaian antara rumusan masalah dan kesimpulan. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Semangat wol la 😊.

    BalasHapus
  49. Tang selalu berproses sekarang sudah bisa menghasilkan tulisan nih, bermanfaat banget loh dalam saya menambah refrensi, lanjutkan untuk tulisan-Tulisan Yang lain ya😊

    BalasHapus
  50. Baguss wul, semangat yaaa hehe

    BalasHapus
  51. Sangat membantu untuk mendalami ilmu Al-Quran, tetap semangattt yaaa

    BalasHapus
  52. good kakak.... d tunggu upload an bermanfaat selanjutnya...

    BalasHapus
  53. wahhhh mbk tiwul bagus sekali makalahnya semoga bisa membantu yang lain

    BalasHapus
  54. Wehhhh,,, semangat terus bos💪🏻perfect

    BalasHapus
  55. masyallah makala ini sangat bermanfaat sekali,saya membacanya pun mudah memahaminya.terimakasi

    BalasHapus
  56. Sangat bermanfaat tulisannya:) semoga kedepannya bisa lebih baik😊

    BalasHapus
  57. Udah baik wol penyusunan katanya,be fighting and be success

    BalasHapus
  58. Barokallah
    Sangat bermanfaat
    Mudah mudahan tambah baik kedepannya
    Sukses dan semangat selalu☺️

    BalasHapus
  59. Subhanallah,sangat membantu saya untuk menambah ilmu pengetahuan saya.semoga bermanfaat bagi kita semua.dan lebih baik lagi untuk berikutnya.

    BalasHapus
  60. alhamdulillah, bisa membantu dalam pengerjaan tugas serta menambah wawasan
    tabarakallah💖

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNSUR=UNSUR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM BERDAKWAH

Tayangan “Bikin Laper” Trans TV Diakui Berhasil Membuat Mayarakat Desa Tanjungan, Gresik Merasa Lapar Saat Menontonnya